Peringatan Maulid Nabi: Guru Besar Al-Azhar Cairo Mesir Ingatkan Bahwa Ilmu Tidak Diperoleh Secara Instan

(iainfmpapua.ac.id) – Ilmu tidak dapat diperoleh secara instan. Guru Besar Universitas Al-Azhar Cairo Mesir Syekh Prof. Dr. H. Saleh Ahmad Abd. Wahhab Abd. Al-Qawwiy menyampaikan hal ini dalam tausiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Ma’had Al Jamiah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua di aula kampus, 14 September 2026.

“Mahasiswa harus memiliki kesungguhan, kesabaran dan konsistensi dalam belajar. Kaya mendadak, sehat mendadak itu mungkin, tetapi pintar mendadak tidak mungkin. Karena ilmu butuh proses, dan proses ini terus-menerus sepanjang hidup, tidak bisa terjadi secara instan. Allah memuliakan orang yang menuntut ilmu,” jelasnya didampingi Katib Ma’had Aly DDI Mangkoso Gurutta Dr. H. Aydi Syam, M.D.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar senantiasa memperbaiki niat dalam menuntut ilmu. Pendidikan dan ilmu, lanjutnya, hendaknya tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kepentingan duniawi, melainkan diniatkan sebagai bentuk ibadah dan upaya memperoleh ridha Allah SWT.


“Perbaiki niat menuntut ilmu. Jangan untuk mencari jodoh atau kepentingan dunia. Barang siapa yang berhijrah hanya untuk dunia, maka yang ia dapatkan hanya sesuai dengan apa yang ia harapkan. Tanamkan niat menuntut ilmu karena Allah dan mencari ridha Allah,” pesannya.

Lebih lanjut, Syekh Saleh mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan terus belajar dan memberikan manfaat bagi sesama. Masa muda dan kesempatan menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam membentuk kualitas diri dan kontribusi kepada masyarakat.

“Waktu dan hidup kita sangat terbatas. Jangan biarkan hari terlewat tanpa terisi dengan ilmu dan manfaat. Bermanfaatlah bagi umat, jangan sampai sejak lahir sampai dipanggil kembali kita tidak dikenal karena tidak pernah memberi manfaat kepada siapa-siapa,” ungkapnya.

Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menerangkan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengaktualisasikan keteladanannya dalam kehidupan.

“Maulid ini mengagungkan Rasulullah sebagai uswatun hasanah dalam kehidupan kita. Sebagai umatnya, kita senantiasa bershalawat kepadanya dan meneladaninya dalam kehidupan kita. Segala hal dan perilakunya menjadi teladan dalam hidup dan kehidupan kita,” ujarnya.

Postingan populer dari blog ini

Pengurus HMPS Ekonomi Syariah Sharing Motivasi dan Pembelajaran Bersama Demisioner

Mubes HMPS PS: Pemimpin Harus Punya Integritas, Tanggung Jawab, dan Akhlak yang Baik