Pelatihan Public Speaking HMPS PGMI: Ubah Rasa Gugup Jadi Energi Positif
(iainfmpapua.ac.id) – Himpunan Mahasiswa
Program Studi Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) Fakultas Tarbiyah Insitut
Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua menggelar ‘Pelatihan Public
Speaking’, di Aula Kampus, 21 April 2026.
Dalam materinya,
Kepala Sekola SD Juara Al Hikmah Jayapura, Damino SST.Par, M.Pd, Gr, menyampaikan
pentingnya tingkat kepercayaan diri dalam public speaking. “Public speaking
bagi guru bukan tentang terlihat hebat, tapi tentang pesan yang sampai ke hati
siswa,” jelasnya. Menurutnya untuk membangun kepercayaan diri perlu menggunakan
teknik vokal dan bahasa tubuh. “Mengubah rasa gugup menjadi energi
positif yang menular ke seluruh kelas,” imbuhnya. Selain itu, Damino juga
menyebutkan guru SD sebagai public speaker. “Karena setiap interaksi adalah
kesempatan untuk menginspirasi, memotivasi, dan membentuk pemahaman siswa,”
ungkapnya.
Dalam sambutan sebelumnya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr.
Zulihi, M.Ag berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan, kemampuan, dan
keterampilan mahasiswa sebagai calon guru. “Melatih potensi mahasiswa untuk
berani berbicara, berkomunikasi dan beragumentasi,” ujarnya. Mahasiswa
diharapkan mampu tampil dan berbicara di depan umum. “Agar mampu bersaing di
era kompetitif saat ini,” imbuhnya.
Menurutnya mahasiswa tidak hanya dituntut dalam nilai
akademik saja. “Namun dalam keterampilan public speaking di tempat umum juga,
khususnya bagi pendidik professional,” ujarnya. Pendidik professional harus
mampu berkomunikasi dan menyampaikan materi dengan baik. “Untuk bisa memiliki
public speaking yang bagus harus punya keberanian dan pengalaman melalui proses
dan latihan yang bertahap,” tuturnya.
Ketua Program Studi, Didik Efendi, M.Pd menyebutkan
pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa ketika lulus nanti agar memiliki
keterampilan public speaking yang baik.”Khususnya bagi calon guru SD agar mahir
dalam mengajar dan menyampaikan materi,” terangnya. Menurutnya guru SD tidak
hanya mentransfer ilmu tapi harus memiliki keterampilan public speaking.
“Karena gaya bahasa yang digunakan saat berkomunikasi dengan anak SD harus
sederhana dan mudah dipahami,” urainya.
Kegiatan dengan tema ‘Ngomong Berkelas, Ngajar Berkualitas’
ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi PGMI. (Za/Is/Her)

.png)
.png)
